Penolakan Islam Hadhari di dua negara bagian Malaysia

5 06 2008

Konsep Islam Hadhari yang dicetuskan oleh PM Malaysia Abdullah Badawi sebagai bentuk Islam yang moderat ternyata tidak memperoleh dukungan dari kelompok Oposisi. Kelompok oposisi yang menguasai lima negara bagian seperti di Selangor, Pulau Pinang, Kedah, Perak dan Kelantan menilai Islam Hadhari telah menyalahi prinsip dalam Islam karena lebih banyak bermuatan pengetahuan dan teknologi. Ajaran Islam menurut mereka sudah sempurna sebagaimana yang tertuang dalam Al-Qur’an, jadi tidak perlu lagi membuat penafsiran baru.

Konsep Islam Hadhari muncul setelah kelompok muslim Malaysia mendesak pemerintah Malaysia agar menjadikan Islam sebagai agama yang harus dihormati oleh agama lain. Pernyataan tersebut menimbulkan kontroversi dari agama lain yang menginginkan hal serupa, karena semua agama baik dan pemaksaan terhadap suatu agama merupakan pelanggaran HAM karena urusan agama adalah urusan keyakinan seseorang dengan Tuhannya. Seperti halnya di Indonesia, UUD 1945 telah mengatur kebebasan warga Indonesia untuk memilih keyakinannya dan negara tidak mencampuri hak pilih seseorang untuk memilih agamanya.


Actions

Information

Leave a comment